Mantan Kadisparbud Toba Penuhi Panggilan Kejari Balige dan Ditahan

Ultri Simangunsong didampingi kuasa hukumnya saat mendatangi Kejari Balige.

Toba, Lintangnews.com | Mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Pemkab Toba, Ultri Simangunsong sekaligus tersangka kasus dugaan korupsi International Tobasa Kayak Marathon tahun 2017 akhirnya memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Balige.

Ultri menghadiri panggilan didampingi tim kuasa hukumnya, Cyrus Sinaga dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pelopor Keadilan Medan. Ultri hadir dengan mengenakan kaos lengan panjang berwarna putih polos disertai topi hitam, Selasa (19/1/2021) sekira pukul 18.30 WIB.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Balige, Robinson Sitorus melalui Kasi Intel, Gilbeth Sitindaon mengatakan, Ultri akhirnya dilimpahkan dari Jaksa Penyidik kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan akan langsung ditahan bersama 5 orang lainnya yang sudah lebih dulu dilimpahkan pada Kamis (7/1/2021) lalu.

“Ultri datang didampingi kuasa hukumnya untuk memenuhi panggilan Jaksa Penyidik. Setelah dilimpahkan, Ultri segera kita tahan dan penahanannya diitipkan sementara di Polres Toba,” ujar Gilbeth.

Sempat beredar informasi, Ultri tidak memenuhi panggilan pertama dan kedua karena menghindar dan melarikan diri ke Jakarta. Namun setelah menerima penjelasan dari Ultri, dengan tegas Gilbeth menyatakan, alasan ketidakhadiran tersangka karena sedang ada kegiatan di luar kota.

“Setelah keluar jadwal sidang dan penetapan penahanan dari Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan baru kita limpahkan ke Rumah Tahanan (Rutan) sesuai petunjuk dari Pengadilan. Belum kita tau dimana pastinya, bisa jadi di Rutan Balige atau Tanjung Gusta,” ungkap Gilbeth.

Tambah Gilbert, terkait masa penitipan penahanan di Polres Toba, akan disesuaikan dengan jadwal persidangan dari Pengadilan Tipikor pada PN Medan.

“Akan dititipkan sementara selama 20 hari terhitung mulai hari ini. Kami tidak mau menunggu lama karena lima tersangka lainnya sudah ditahan di Polres Toba,” paparnya.

Sebelumnya, Ultri saat ditanya awak media sejauh mana keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi yang menyebabkan kerugian negara, hanya menjawab secara singkat. “Itu menjadi wilayah hukum, saya tidak akan campuri,” ujar Ultri.

Kuasa Hukum Ultri, Cyrus Sinaga mengatakan, pihaknya akan melakulan upaya-upaya membantu di persidangan.

“Di persidangan, upaya kita kedepan untuk menemukan dan mengkontruksikan semua alat bukti. Apakah benar semua alat bukti telah mempertontonkan terjadinya tidak pidana yang mengakibatkan kerugian materil,” ujar Cyrus.

Cyrus juga mendampingi pihak keluarga dalam pengajuan permohonan penangguhan penahanan terhadap Ultri.

“Menurut aturan hukum yang diperkenankan adalah keluarga pak Ultri mengajukan permohonan untuk penangguhan penahanan. Surat itu sudah kita masukkan, namun sampai saat ini belum ada putusannya,” pungkas Cyrus. (Frengki)