Merasa Prihatin, Bupati Simalungun Bantu Perobatan Daud Gultom Warga Tiga Bolon

156
Bupati Simalungun, JR Saragih saat disalami orang tua anak disaksikan Camat Sidamanik, Juliana dan saat rombongan tiba di lokasi.

Simalungun, Lintangnews.com | Mendapat informasi warganya mengidap penyakit mata dan berasal dari keluarga kurang mampu, Bupati Simalungun, JR Saragih langsung bergerak menuju Huta Suka Dame, Nagori Tiga Bolon, Kecamatan Sidamanik, Selasa (26/11/2019).

Daud Alfaro Gultom (1,5) anak laki-laki dari pasangan suami istri (pasutri) Husor Gultom dan Delina Hutagaol mengalami gangguan penyakit pada mata.

Menurut keterangan orang tuanya, jika 3 orang anaknya kakak dari Daud telah meninggal dunia akibat penyakit yang sama. Kini 2 anaknya yang ada mulai tertular penyakit serupa dan hanya 1 orang yang sehat.

“Gejala awalnya hanya mata merah dan mengeluarkan cairan bening, kemudian bola matanya membengkak dan rusak,” ujar Husor.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Simalungun telah membawa Daud Alfaro Gultom untuk diperiksa ke Rumah Sakit Khusus Mata SMEC Medan dan didiagnosa mengalami Retinoblastoma Intra Oculi OS.

Bupati usai melihat kondisi Daud langsung memerintahkan Kadis Kesehatan, Edwin Tony Simanjuntak membawanya ke RS Khusus Mata SMEC Medan untuk pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut didampingi tim kesehatan dari Pemkab Simalungun.

JR Saragih juga memberikan bantuan tali asih kepada orang tuanya untuk biaya selama menjaga anaknya yang dirawat di Medan.

“Akan kita bawa ke Medan untuk pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut. Jika nanti Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tidak bisa membantu biaya perobatannya, saya akan menanggung secara pribadi,” ujar Bupati.

Dia menambahkan, akan terus memantau perawatannya dan berharap kedua orang tua untuk bersabar selama menjaga David ketika dirawat di Medan.

“Tiga orang kakaknya sudah meninggal akibat penyakit itu dan ini yang keempat, 1 orang lagi juga sudah mulai tertular. Sebagai Bupati, kita mengevaluasi dan berupaya memberikan perobatan yang maksimal. Saya juga berdoa semoga anak ini dapat sembuh dan menjadi sejarah kehidupan menguatkan iman bagi keluarganya,” ujar JR Saragih.

Kedua orang tua Daud bersama neneknya didampingi para tokoh masyarakat menyampaikan apresiasi kepada Bupati yang cepat merespon terhadap keluhan warganya. Menurut mereka, hal ini merupakan mujizat bagi keluarganya.

“Terima kasih saya sampaikan kepada Bupati dan jajarannya, kami tak menyangka bapak sudi memberikan perhatian pada masyarakat kecil. Semoga Tuhan memberikan kesehatan dan kebijaksanaan kepada bapak sebagai orang tua kami,” ujar Husor. (rel/zai)