Minim Prestasi, Dirut PDPHJ Siantar Didesak Mengundurkan Diri

Ketua ILAJ, Fawer Full Fander Sihite dan Dirut PDPHJ, Bambang Wahono.

Siantar, Lintangnes.com | Pelantikan Direksi Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PDPHJ) periode 2018-2022 telah dilaksanakan 10 bulan lalu, tepatnya 7 Desember 2018.

Bambang K Wahono sebagai Direktur Utama (Dirut), diduga minim dan tidak memiliki prestasi selama memimpin PDPHJ.

“Kita memperhatikan kinerja dari jajaran Direksi PDPHJ masih jauh dari yang diharapkan. Terkhusus Dirut nya masih belum menunjukkan prestasi selama ini,” terang Fawer Full Fander Sihite sebagai Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Senin (28/10/2019).

Dirinya juga meminta sebaiknya Bambang mengundurkan diri saja, karena ILAJ menduga minim atau tidak memiliki prestasi selama menjadi Dirut.

Adapun yang menjadi alasan ILAJ, karena tidak ada program atau terobosan yang langsung dapat dirasakan pedagang atau kontribusi kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kita sudah pernah melakukan pertemuan dengan jajaran Direksi untuk membicarakan penindak lanjutan terkait kasus-kasus dugaan tindak pidana korupsi di PDPHJ, namun hingga saat ini hal tersebut tidak memiliki progress,” kata Fawer Full.

Selain itu, pihaknya masih mendapatkan kabar kalau masih terjadi penunggakan pembayaran gaji karyawan PDPHJ. Ada juga informasi dari salah seorang pegawai yang didapatkan ILAJ, kalau Dirut sudah jarang masuk kantor.

“ILAJ menilai dengan keempat alasan diatas sudah cukup agar Bambang mengundurkan diri sebagai Dirut PDPHJ. Sebaiknya Bambang tidak menunggu evaluasi dari Dewan Pengawas atau Wali Kota, dan langsung saja mengundurkan diri. Ini dikarenakan waktu 10 bulan sudah cukup untuk membuktikan bagaimana kinerja seorang Dirut di perusahaan daerah,” pungkas mahasiswa Doktor tersebut.

“Kita berharap seluruh pihak agar kiranya kita bersama-sama mengawasi proses kinerja Direksi PDPHJ, termasuk Dewan Pengawas yang selama ini hanya terkesan diam dan seakan tidak mau tau tentang kinerja para Direksi,” papar Fawer Full. (Rel)