Negosiasi Gagal, Unjuk Rasa Digelar di Polres Siantar

Sejumlah pengunjuk rasa saat berdemonstrasi beberapa waktu lalu (Ist).

Siantar, Lintangnews.com | Pesan WhatsApp (WA) berisi negosiasi sebelum unjuk rasa atas beroperasinya tempat hiburan malam (THM) di Kota Eiantar beredar luas di sejumlah kalangan wartawan.

Pesan itu datang dari seseorang berinisial AH. Pria itu diketahui sebagai koordinator aksi unjuk rasa yang digelar salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Selasa (12/10/2021).

Belum diketahui pasti kepada siapa pesan itu ditujukan AH. Namun, kuat dugaan, pesan dilayangkan kepada pengusaha THM.

Dalam pesan WS itu, AH menuliskan soal penundaan ketika ada kecocokan dengan kedua THM.

“Gini aja bg, kita komit ya bg. Kalau 2 THM itu cocok.. bsok ku tunda dulu.. Tapi 3rb lah 2 THM itu..Malam ini lah ku tunggu realisasi nya. Krna besok udah beda cerita nya. Fokus main ajalah. Kalau nnti yg 3 lagi udah buka tapi gak respon nnti baru ku mainkan,” tulis AH dalam pesan WhatsApp tersebut.

Sementara itu, unjuk rasa tetap digelar. Puluhan massa berdemonstrasi di Mapolres Siantar.

Menangapi unjuk rasa itu, Kasat Resnarkoba, AKP Kristo Tamba mengatakan, Polres Siantar memiliki hubungan baik dengan LSM yang berdemonstrasi tersebut.

“Permintaan dari LSM ini sangat diatensi oleh Kapolres Siantar dalam bentuk bantuan ATK dan bentuk apapun itu. Semuanya didukung oleh Polres Siantar,” kata AKP Kristo di hadapan pengunjuk rasa.

AKP Kristo meyakini, unjuk rasa yang dilakukan LSM tersebut merupakan bentuk kasih sayang kepada Polres Siantar.

“Kami sudah sering melakukan razia. Kalau yang tidak tau kami melakukan razia, mungkin bukan orang Siantar,” ucapnya.

Dia pun meminta bukti soal peredaran narkoba di THM. “Soal adanya peredaran narkoba, jangan katanya-katanya. Kalau ada memang peredaran narkoba di dalam itu, kita tidak akan mundur dan akan ditindak tegas,” ujarnya.

AKP Kristo pun berterima kasih kepada pengunjukrasa kerena berani menyuarakan hal tersebut. Dia yakin, para demonstran bukan orang yang munafik.

“Saya yakin rekan -rekan ini ingin memberantas narkoba. Terima kasih. Mari bantu kami terkait informasi sekecil apa pun. Jika ada peredaran narkoba di THM, Polres Siantar akan menindak tegas,” ucapnya.

AKP Kristo meminta, para pengunjuk rasa juga menyampaikan tuntutannya ke Pemko Siantar. “Silahkan suarakan juga di Dinas Pariwisata dan Dinas Perizinan. Jadi Pemko Siantar itu jangan duduk-duduk saja, tidur-tidur saja. Kalau kami, jam 1 dan jam 2 juga kerja juga,” jelasnya.

AKP Kristo juga mengungkapkan, karena seringnya melakukan razia, pihaknya sampai ditelepon pihak-pihak yang mendukung THM itu dibuka.

“Setelah ini, silakan menyerahkan data-data yang lengkap soal THM itu. Akan kami tindaklanjuti. Kalau THM tidak beroperasional, tentu tidak akan ada peredaran narkoba,” tandasnya. (INS)