Ngaku Duta Narkoba di Toba, PN Balige Vonis 7 Tahun Penjara  

Kedua tersangka diamankan saat itu bersama sejumlah barang bukti.

Toba, Lintangnews.com | Herman Ricardo yang mengaku-ngaku sebagai Duta Anti Narkoba di Kabupaten Toba divonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Balige pada tanggal 12 Januari 2021 kemarin, selama 7 tahun penjara dan subsider 3 bulan, serta denda sebesar Rp 1 miliar.

Hakim PN Balige memutuskan Herman Ricardo terbukti dan secara sah dan menyakinkan tindak pidana, tanpa hak atau melawan hukum membeli narkotika golongan I sebagaimana dalam dakwaan alternatif pertama.

Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan hukuman 7 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar, dengan ketentuan apabila tidak dibayar akan digantikan 3 bulan kurungan.

Menurut hakim, terdakwa Herman Ricardo terbukti memiliki 2 paket plastik klip dengan ukuran sedang berisikan jenis sabu dan 3 plastik klip ukuran kecil juga berisi sabu. Setelah dilakukan penimbangan terhadap keseluruhan berat kotor/bruto 2,46 gram dan berat bersih 2,08 gram.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Charles Hutabarat melalui Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Balige, Gilbert Tindaon mengatakan, pihaknya menuunggu dulu jawaban dari terdakwa apakah banding atau tidak.

Gilbert menambahkan, terhadap laporan Berlianti Sitorus tentang kasus penipuan yang dilakukan Herman Ricardo belum disampaikan pihak Polres Toba untuk tahap II. “Belum ada disampaikan untuk tahap ke II,” ujar Gilbert, Selasa (19/1/20210.

Sebelumnya Herman Ricardo bersama salah seorang temannya ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Toba di Perumahan Korpri Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba pada Jumat (3/7/2020) lalu sekira pukul 22.30 WIB. (Frengki)