Simalungun, Lintangnews.com | Kericuhan yang terjadi di Kecamatan Hutabayu Raja, Kabupaten Simalungun, ternyata dipicu ucapan Ketua Ranting DPC PDI-Perjuangan Kelurahan Hutabayu, Koster Aprison Hutajulu.
“Bahasanya yang memicu, bilang salah satu Bakal Calon (Balon) Bupati Simalungun rentenir dan tidak mau memilih. Kalau tidak mau memilih itu kan pribadinya,” jelas warga inisial BS saat dikonfirmasi via telepon seluler, Senin (21/9/2020).
Selain itu, Koster juga mengaku, mantan pembunuh dan mengajak berduel dengan BS. Dan kericuhan pertama terjadi di warung milik boru Manurung.
Sebelumnya, BS baru saja sampai dan warga di warung bertanya kemana arah pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada Kabupaten Simalungun.
“Jadi saya bilang, seperti yang terlihat spanduk depan rumah saya lah,” terang BS.
Tak lama, Koster yang lebih dulu di warung mendatangi BS dan nimbrung dalam pembicaraan soal Pilkada. “Dan di situlah dia (Koster) melontarkan ucapan itu,” kata BS.
Kemudian, warga lainnya mendengar ucapan itu dab Koster langsung bertanya. “Ditanya sama dia, kok maju kali ucapannya,” ucap BS menirukan pertanyaan warga lainnya terhadap Koster.
Lalu Koster menjawab, ingin berduel dengan BS yang tetap mencoba menahan diri.
“Saya tidak meladeninya. Tetapi tak lama, terjadi lah pertengkaran antara dia dengan beberapa warga. Dan saat saya lerai, di situlah terkena pukulan,” ucap BS.
Selanjutnya BS membawa beberapa warga yang bertengkar dengan Koster ke Puskesmas setempat. Usai dari Puskesmas, BS bergerak menuju Polsekta Tanah Jawa untuk melaporkan Koster.
“Semalam juga saya melapor ke Polsekta Tanah Jawa. Saat di Puskesmas sudah ramai masyarakat. Kembali saya tenangkan situasi agar tidak terjadi hal-hal tak diinginkan. Jadi saya tidak ada melakukan pemukulan,” papar BS.
Sementara Willy Sidauruk selaku kuasa hukum dari Koster saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon seluler mengaku, sedang di Polsekta Tanah Jawa. “Ini lah mau dicek dulu,” katanya. (Rel/Zai)


