Pamsimas di Tomuan Holbung Asahan Gagal Dibangun, Ini Penjelasan 2 Instansi Terkait   

Sekretaris Dinas Perkim Pemkab Asahan, Ajijah. 

Asahan, Lintangnews.com | Gagalnya proyek pembangunaan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Tomuan Holbung, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan menjadi pertanyaan masyarakat setempat.

Sementara diketahui wilayah yang dibangun merupakan kawasan Hutan Produksi Konversi (HPK).

Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Pemkab Asahan melalui Sekretaris, Ajijah mengatakan, gagalnya pembangunan Pamsimas di Desa Tomuan Holbung, karena wilayah itu masuk dalam kawasan HPK.

“Pembangunan dibatalkan, karena wilayah itu merupakan hutan dan kita tidak bisa melanjutkannya. Terkait adanya pengutipan sejumlah uang dari warga, kami tidak mengetahui dan mungkin itu di tingkat Desa,” ujarnya, Senin (6/7/2020).

Karena menurutnya, Pemkab Asahan telah menganggarkannya, namun anggaran dikembalikan dan menjadi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa). Ini karena wilayah nya masuk kawasan hutan lindung.

Di tempat terpisah, Kepala UPT kesatuan Pengolahaan Hutan (KPH) Wilayah III Kisaran, Wahyudi mengatakan, lahan HPK yang bakal diperuntukan pembangunan Pamsimas di Desa Tomuan Holbung sudah diusulkan Bupati Asahan untuk dibebaskan.

Dia menjelaskan, saat ini usulan Bupati Asahan sudah masuk dalam program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dan tinggal menunggu tim verifikasi dari Kementrian Kehutanan (Kemenhut), Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Agraria, serta Kementrian Lingkungan Hidup.

“Usulannya sudah masuk dalam program TORA dan tinggal menunggu tim verifikasi turun. Termasuk saya ikut dalam tim itu,” ujar Wahyudi.

Apakah layak atau tidak lahan itu dibebaskan dari HPK, Wahyudi menuturkan, tergantung hasil dari tim verifikasi mengeluarkan rekomendasi untuk diserahkan ke Kementrian terkait.

“Menurut yang saya pelajari, berdasarkan usulan Bupati itu layak untuk dibebaskan dari HPK. Karena di lokasi itu sudah banyak pemukiman warga,” ujarnya.

Wahyudi tidak bisa memastikan, kapan tim verifikasi turun ke lapangan dikarenakan situasi seperti saat ini. “Kalau waktu kapan akan dibebaskan lahannya, saya tidak bisa memastikan, apalagi situasinya Covid-19 menjadi salah satu penghambat tim verifikasi bekerja,” paparnya.

Diketahui Bupati Asahan, Surya sudah melayangkan surat ke Kemenhut melalui Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) yang meminta pembebasan lahan HPK untuk membuat pembangunan Pamsimas di Desa Tomuan Holbung.

Bahkan anggaran sudah ditampung di APBD Asahan Tahun Anggaran (TA) 2018/2019 sebesar Rp 453 juta pada Dinas Perkim, namun kegiatan itu tidak bisa dilaksanakan dan menjadi Silpa. (Heru)