Pembakar Ibu Tiri Divonis 10 Tahun Penjara di PN Kisaran

40
Terdakwa Jumasri alias Plotot saat mendapat pengawalan usai divonis 10 tahun penjara di PN Kisaran.

Asahan, Lintangnews.com | Pembakar ibu tiri Jumasri (44) alias Plotot, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Pulau Bandring, Kabupaten Asahan divonis 10 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kisaran, Rabu (4/12/2019).

Dalam pembacaan amar putusan Ketua Majelis Hakim, Nelly Andriani dengan anggota Boy Aswin dan Ahmad Adib mengatakan, terdakwa Jusmasri terbukti secara sah sengaja merampas nyawa seseorang dengan melanggar pasal 338 ayat (1) KUHPidana dan Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana, serta peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan.

Sementara itu, hal yang meringankan terdakwa diantaranya tidak pernah dipidana dan bersikap sopan di dalam persidangan. Sementara hal yang memberatkan, terdakwa cukup meresahkan di tempat tinggalnya.

Menyatakan terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap korban Waginem (66) sebagaimana dalam dakwaan alternatif. Dan menjatukan hukuman kepada terdakwa 10 tahun penjara.

“Kemudian menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari lamanya pidana yang dijatuhkan dan tetap ditahan,” sebut Nelly Andriani sembari mengetuk palu dihadapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sabri Marbun dan pengacara terdakwa, Permana Wira Hadibrata.

Untuk barang bukti berupa 1 buah jerigen piastik warna putih berisikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite, 1 buah mangkok rantang warna merah, 1 buah kayu yang ujungnya diikat kain yang sudah terbakar dan 1 buah karpet berwarna orange yang sudah terbakar dirampas untuk dimusnahkan. Dan membebankan kepada terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp 2.000.

Mendengar putusan yang dibacakan majelis hakim, akhirnya terdakwa dengan wajah lesu yang sedang duduk di kursi pesakitan menyatakan menerimanya.

Sementara JPU Sabri Marbun memilih pikir-pikir untuk melakukan banding. Pasalnya pada sidang sebelumnya 27 November lalu menuntut terdakwa selama 13 tahun penjara. (Heru)