Pemindahan Tugu Sangnaualuh Disebut Ciptakan Permasalahan Berkepanjangan

Massa Himapsi dan GPS saat berunjuk rasa di depan kantor Wali Kota.

Siantar, Lintangnews.com | Gerakan Patunggung Simalungun (GPS) yang bergabung dengan Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (Himapsi) menggelar aksi unjuk rasa terkait diberhentikannya pembangunan Tugu Sangnaualuh, Senin ( 11/3/2019).

Dedy W Damanik sebagai Kordinator Aksi dalam orasinya menyebutkan, Pemko Siantar yang mengeluarkan kebijakan pemindahan lokasi pembangunan Tugu Sangnaualuh berulang kali telah menciptakan permasalahan yang berkepanjangan.

“Dengan dikeluarkannya kebijakan pemindahan lokasi pembangunan Tugu Sangnaualuh yang berulang kali dilakukan telah menyisihkan kekecewaan terhadap masyarakat Siantar,” sebutnya.

Ia menambahkan, dalam hal pemindahan lokasi Tugu Sangnaualuh telah menista dan menghina leluhur Simalungun yang berulang kali dilakukan di Siantar.

“Kali ini jelas leluhur Simalungun tidak lagi dihargai atas perjuangannya dan pengorbanannya untuk Kota Sapangambei Manoktok Hitei yaitu Kota Siantar. Kenapa leluhur Simalungun tidak dihargai atas pengorbanan dan perjuangannya”, terangnya.

Sambungnya, dibalik pemberhentian pembangunan Tugu Sangnaualuh, dimana fisik bangunan sudah menyelesaikan 35 persen, dengan dana yang cukup fantastis. Sehingga dipastikan ada kerugian negara dalam hal pemberhentian pembangunan Tugu Sangnaualuh tersebut.

Usai berorasi di depan Kantor Wali Kota, massa juga menggelar aksi unjuk rasa ke kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Polres Siantar. (elisbet)