Pemkab Asahan akan Data Pengusaha Langgar Perda RTRW

178
Sekda Asahan, Taufik ZA Siregar.

Asahan, Lintangnews.com | Pemkab Asahan dalam waktu dekat ini akan mendata pengusaha yang melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Asahan Taufik ZA Siregar saat dikonfirmasi lintangnews.com, Selasa (19/11/2019) mengatakan, dirinya bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait akan melakukan pendataan bagi pegusaha kilang peracikan kayu yang melanggar Perda Nomor 12 Tahun 2013.

“Saya bersama dinas terkait dalam waktu dekat akan mendata pengusaha yang melanggar Perda,” ungkap Taufik didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Pemkab Asahan, Rahmad Hidayat Siregar di kantor Bupati.

Rahmad menambahkan, bagi pengusah kilang peracikan kayu yang melanggar Perda diminta untuk taat dengan aturan yang telah dibuat Pemkab Asahan.

“Seharusnya pengusaha bisa mentaati Perda Nomor 12 Tahun 2013 itu,” ujarnya.

Sebelumnya Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Pemkab Asahan, Jon Junaidi yang juga selaku Pejabat Pengelolan Informasi Dinas (PPID) didampingi Kabid Informasi, Badrun mengatakan, mereka sudah mengecek usaha kilang peracikan kayu tersebut.

“Kami telah mengecek usaha itu, hasilnya Pemkab Asahan sudah pernah menyurati agar disuruh pindah karena melanggar Perda RTRW,” ungkap Jon.

Menurut Badrun, kalau dihitung waktu mundur, pastinya izin usaha kilang peracikan kayu itu sudah tidak berlaku. Apalagi kalau saat ini untuk mengurus izin sangat sulit, karena persyaratan RTRW harus dipenuhi.

“Kalau pun nanti diurus oleh pengusaha tanpa ada rekomendasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pasti izin mereka tidak keluar atau tidak efektif,” jelasnya.

Dinas PMPTSP saat sudah tidak bisa lagi mengeluarkan izin HO maupun izin yang lain, kecuali Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Jika pengusaha kilang peracikan kayu itu mau mengurus izin, pihak Dinas PMPTSP saat ini hanya bisa memberikan bimbingan dan arahan, karena sekarang sudah sistem online atau OSS,” ujarnya. (Heru)