Pengadilan Tipikor Medan Vonis 1 Tahun Kasus Pembangunan Jalan Amborgang-Sampuara

Kepala Kejaksaan Negeri Toba, Baringin Pasaribu.

Toba, Lintangnews.com | Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan membacakan putusan dalam kasus tindak pidana korupsi pekerjaan pembangunan Jalan Amborgang-Sampuara, Kecamatan Porsea/Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik penugasan tahun 2017, Senin (1/3/2021).

Majelis hakim memutuskan perkara itu dengan kurungan penjara selama 1 tahun dan denda sebesar Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan pada Bernand Jonly Siagian. Vonis yang sama juga dijatuhkan terhadap Fernando Hutapea selaku pihak rekanan.

Kedua terdakwa disebutkan terbukti melanggar pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jonto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Pertimbangan majelis hakim jika Bernand Siagian terbukti tidak menjalankan tugasnya sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam melakukan pengawasan. Keduanya terdakwa juga terbukti merugikan keuangan negara.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Toba menuntut kedua terdakwa dengan tuntutan penjara selama 5 tahun 6 bulan, dengan denda Rp 200 juta dan uang pengganti sebesar Rp 278.167.685 dari total kerugian negara Rp 511.767.685,20. Ini berdasarkan hasil perhitungan pemeriksaan Ahli Fakultas Teknis Sipil Politeknik Negeri Medan.

Namun hakim berpendapat, pengembalian yang dilakukan para terdakwa pada tahap penyidikan dengan total sebesar Rp 233.600.000 dianggap sebagai pengembalian uang pengganti keseluruhan dari kerugian negara.

Menanggapi hal ini, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Toba, Baringin Pasaribu, Rabu (3/3/2021) menyatakan, JPU akan banding atas putusan hakim Pengadilan Tipikor Medan itu. (Frengki)