Pengusaha ‘Kibuli’ Wali Kota Tebingtinggi, Rencana Bangun Hotel Bintang 4 Berubah Jadi Ruko

Rencana pembangunan hotel bintang 4 yang berubah menjadi ruko di Kota Tebingtinggi.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan kali ini benar-benar ‘dikibuli’ pengusaha, termasuk Wakil Ketua DPRD, Iman Irdian Saragih dan mantan Ketua DPRD, M Ridho Chap.

Pasalnya, kehadiran para pejabat saat itu untuk sama-sama peletakan batu pertama pembangunan Grand Mansion hotel berbintang 4 di Jalan KF Tandean, Kota Tebingtinggi ternyata batal. Diketahui peletakan batu pertama dilakukan Selasa (12 /11/2019) lalu.

Namun kini pihak pengelola telah merubah izinnya menjadi bangunan rumah toko (ruko) di lokasi yang sama peletakan batu pertama pembangunan hotel.

Pantauan Selasa (2/6/2020) di lokasi pembangunan, terlihat bangunan bersegi empat berderet dan dipagar seng terpasang baliho ‘Hotel Bintang 4 Pertama di Tebingtinggi Grand Mansion Hotel’. Ini lengkap dengan design hotel yang akan dibangun.

Warga setempat, Misran mengatakan, proses pembangunan yang direncanakan menjadi hotel bintang 4 ini dimulai bulan November 2019alu. Namun jika dilihat dari bentuknya bangunan, tidak sesuai dengan baliho yang terpampang.

“Dari awal memang direncanakan bangun hotel, tetapi sepertinya sudah berubah fungsi menjadi ruko,” ucapnya.

Menurutnya, selaku masyarakat pasti merasa bangga dan senang adanya hotel berbintang 4 di Tebingtinggi. Dengan adanya hotel itu, maka membuka peluang kerja dan peningkatan ekonomi.

“Pasti menyerap tenaga kerja dari warga Tebingtinggi dan usaha kecil di sekitar hotel semakin laris,” kata Misran.

Namun dengan beralih fungsinya bangunan, Misran merasa kecewa dan heran. Dirinya mempertanyakan apakah proses izin segampang itu berubah dan bagaimana tindakan dari Pemko Tebingtinggi.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu (PMPPTSP), Surya Darma Panjaitan, membenarkan pengusaha Soman Rianto atau Achiong seyogiayanya membangun hotel. Namun merubahnya menjadi ruko sebanyak 50 unit dan kini dalam tahap pembangunan.

“Pemberitahuan perubahan pembangunan sudah disampaikan ke Pemko Tebingtinggi. Ijin Mendirian Bangunan (IMB) nya sudah terbit,” sebut Surya. (Purba)