Peresmian BPODT, Warga Ajibata Merasa Jadi Tamu di Kampung Sendiri

Warga Kecamatan Ajibata menanggapi larangan masuk untuk menyaksikan peresmian BPODT di Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Tobasa.

Tobasa, Lintangnews.com | Peresmian Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) di Desa Pardamean Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Kamis (4/4/2019) diharapkan melibatkan warga setempat untuk meningkatkan perekonomian dalam sektor pariwisata.

Warga di sekitar lokasi peresmian BPODT, Desa Pardamean Sibisa merasa peresmian itu merupakan pesta pemerintah dengan masyarakat untuk pusat wisata prioritas meningkatkan ekonomi.

Hal ini diakui salah seorang warga, Saut Butar-Butar. Namun dirinya mempertanyakan, mengapa mereka menjadi tamu di kampung sendiri dengan peresmian BPODT itu.

Sejak Indonesia belum merdeka leluhur kami sudah tinggal dan menjadikan Sibisa rumah kami,” terangnya.

Hanya saja mengapa saat peresmian BPODT, warga tidak dilibatkan bahkan dilarang masuk untuk merayakan moment yang begitu penting. Bahkan pihak Pemkab Tobasa seperti Camat dan Kepala Dinas (Kadis) juga dilarang masuk.

“Bukankah alokasi BPODT di Desa Pardamean Sibisa untuk menunjang ekonomi warga melalui kunjungan wisata. Diduga ada kepentingan pengusaha demi kepentingan sepihak,” tandasnya.

Dia juga mempertanyakan kelanjutan tujuan BPODT ini kedepannya. Pasalnya, peresmian saja warga diabaikan. Menurutnya, apakah kedepannya warga Desa Pardamean Sibisa dijajah untuk kedua kalinya?

“Jangankan kami warga dan Pemkab Tobasa, awak media (wartawan) saja dilarang masuk,” kata Saut.

Menurutnya, warga sekitar bukan tidak mendukung pembangunan untuk tingkatkan pariwisata di Danau Toba. “Namun jika begini caranya, kita mulai ragu tujuan dari BPODT yang dilakukan Pemerintah Pusat,” sebut Saut dengan nada kecewa. (asri)