Perusda Pertanian Taput Bantah Jual Pupuk Bersubsidi 300 Ton pada Pengusaha

Dirut Perusda Pertanian Taput, Jan Piter Lumbantoruan beserta stafnya.

Taput, Lintangnews.com | Beredar informasi adanya pemberitaan terkait dugaan Perusahaan Daerah (Perusda) Pertanian melakukan penjualan pupuk bersubsidi sebanyak 300 ton kepada pengusaha dan mantan Anggota DPRD Taput di Siborongborong.

Hal itu disangkal dan dibantah Direktur Utama (Dirut) Perusda Pertanian Taput, Jan Piter Lumbantoruan beserta stafnya, di ruang kerjanya, Kamis (26/8/2021).

“Informasi di berita itu tidaklah benar adanya. Kami tidak berterima dengan adanya pemberitaan tanpa melakukan kroscek dan koordinasi dulu dengan Perusda Pertanian dan petani yang benar-benar terdaftar di e-RDKK (Electronik Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok Tani),” ucapnya.

Jan Piter menuturkan, jika itu memang bisa dibuktikan secara nyata, maka silahkan terlebih dahulu ditelusuri pada pihaknya, petani dan pengusaha yang disebut-sebut sebagai tempat penjualan pupuk sebanyak 300 ton itu.

“Ini biar jelas dan akurat datanya dalam pemberitaan, jangan menjadi sumber penyebar hoax,” ujarnya lagi.

Dirinya membenarkan ada seseorang yang meminta keterangan atau tanggapan melalui pesan singkat padanya terkait dugaan penjualan pupuk bersubsidi 300 ton kepada pengusaha.

“Namun saya tidak tau itu siapa karena dirinya tidak ada memberitahukan atau memperkenalkan identitasnya. Nomornya tidak ada terdaftar dalam handphone (HP) pribadi saya. Tetapi saya tetap layani dia dengan mengatakan hal itu tidak benar,” terangnya.

Terkait petani yang tidak pernah terdaftar atau mendaftarkan diri pada penyuluh pertanian untuk terdaftar di RDKK, supaya segera memberikan data atau mendaftarkannya.

“Ini agar nanti bisa pupuk bersubsidi itu mereka dapatkan dari kios pengecer yang telah ditetapkan,” paparnya mengakhiri.

Direktur Operasional, Bertin Sitompul menuturkan, pihaknya telah layangkan surat bantahan dengan nomor : 141/PDP.TU/VIII/2021, terkait berita yang dimuat salah satu media online tersebut.

“Karena hal itu telah menuding kami secara langsung dengan isi pemberitaan dugaan melakukan penjualan pupuk bersubsidi sebanyak 300 ton kepada pengusaha. Sedangkan pengusaha itu kami tidak tau dan tak kenal identitasnya,” ungkap Bertin. (Pembela)