Plt Wali Kota Siantar Sebut Penyusunan RPJMD 2022-2027 harus Terukur dan Dapat Dilaksanakan  

Plt Wali Kota Siantar, Susanti Dewayani saat menyampaikan sambutannya.

Siantar, Lintangnews.com | Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Siantar Tahun 2022-2027 yang disusun harus terukur dan dapat dilaksanakan. Karena perencanaan yang gagal sama dengan merencanakan kegagalan.

Hal itu ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota, Susanti Dewayan dalam sambutannya saat menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RPJMD Kota Siantar Tahun 2022-2027, di Ballroom Hotel Sapadia, Selasa (28/6/2022).

Sebelumnya, Ketua Panitia selaku Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemko Siantar, Farhan Zamzamy diwakili Sekretaris, Hamam Sholeh menerangkan, Musrenbang bertujuan untuk penajaman, penyelarasan, klarifikasi, dan kesepakatan terhadap tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan dan program pembangunan daerah yang telah dirumuskan dalam rancangan RPJMD. Juga merumuskan masukan dan saran penyempurnaan Rancangan RPJMD menjadi Rancangan Akhir RPJMD.

“Peserta Musrenbang terdiri dari DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, Sekretaris Daerah (Sekda), Sekretaris DPRD, Inspektur, para Staf Ahli, Asisten, pimpinan Organisia Perangkat Daerah (OPD), Direktur RSUD, pimpinan perusahaan daerah, pimpinan cabang BUMN/BUMD, akademisi dan pimpinan lembaga profesi, organisasi keagamaan, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan dan pimpinan mass media, yang seluruhnya berjumlah 100 orang,” sebut Hamam.

Sementara narasumber terdiri dari Rektor Universitas Trilogi, Mudrajad Kuncoro, serta Kepala Bidang Pengendalian dan Evaluasi Perencanaan Pembangunan Bappeda Provinsi Sumatera Utara, Dikky Anugerah.

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi diwakili Plt Kepala Bappeda,  Hasmirizal Lubis menerangkan, pemerintah pusat di dalam RPJMN tahun 2020-2024 menetapkan Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian berlandaskan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam rangka pencapaian berkas pembangunan nasional.

“Mari kita integrasikan dalam konteks kewilayahan melalui harmonisasi antara rencana permohonan dengan rencana tata ruang, baik di tingkat Nasional, Provinsi, maupun Kabupaten/Kota, dengan tetap memperhatikan aspek pelestarian lingkungan hidup,” ajaknya.

Ketua DPRD Siantar, Timbul Marganda Lingga diwakili Ferry Sinamo menyampaikan, sebagai mitra sejajar dalam penyelenggaraan pemerintah, pihaknya memberikan masukan-masukan yang konstruktif dan energi merumuskan kebijakan pembangunan program kerja dan anggaran bersama-sama dengan pemerintah kota dalam menyusun RPJMD 2002-2027.

“Untuk meningkatkan efektivitas pembangunan yang dibuat dan dirumuskan dalam RPJMD sampai 5 tahun kedepan, kami sampaikan dengan harapan dapat diakomodir untuk meningkatkan kualitas dan arah yang jelas bagi perencanaan dan pelaksanaan pembangunan,” terangnya.

Sedangkan Plt Wali Kota menyampaikan, pembangunan daerah adalah suatu upaya sistematis untuk pemanfaatan sumber daya yang dimiliki daerah untuk peningkatan dan pemerataan pendapatan masyarakat, kesempatan kerja, lapangan berusaha, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan publik dan daya saing daerah sesuai urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.

“Saya ingin mengedepankan 4 pilihan dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya yang kita miliki dalam upaya lebih meningkatkan kualitas SDM di Siantar. Yakni, meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat, meningkatnya kualitas pendidikan, menurunnya angka kemiskinan dan pengangguran, serta meningkatnya harmonisasi kehidupan bermasyarakat,” tukasnya.

Isu kedua, pertumbuhan ekonomi. Di mana merata pertumbuhan ekonomi Siantar sejak tahun 2016 masih di bawah angka 4,86 persen dan paling parah tahun 2020 terkontraksi ke angka 1,89 persen. Kemudian di tahun 2021 mulai tumbuh kembali ke angka 1,25 persen.

“Isu pertumbuhan ekonomi ini menjadi penting untuk menjadi perhatian karena terkait penurunan kemiskinan dan penurunan tingkat pengangguran terbuka,” ucap Susanti.

Isu selanjutnya, terkait tata kelola pemerintahan. Untuk ini ada 3 pencapaian dalam Rancangan RPJMD ini, yakni meningkatnya kualitas pelayanan public, meningkatnya akuntabilitas kinerja, serta meningkatnya kemampuan keuangan daerah.

Isu terakhir, infrastruktur kota dan lingkungan. Terkait infrastrukur kota, ada 2 hal utama yang ingin dicapai dalam 5 tahun kedepan, yakni meningkatnya infrastruktur kota sesuai peruntukannya dan keseimbangan lingkungan hidup.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemukulan gong secara simbolis oleh Plt Wali Kota.  Kemudian, diskusi yang dibawakan para narasumber. (Rel)