Polisi Tahan 11 Pelaku Kerusuhan Haul NU Tebingtinggi

Kombes Tatan Dirsan Atmaja didampingi Kapolres Tebingtinggi, AKBP Sunadi menggelar konfrensi pers.

Tebingtinggi, Lintangnewes.com | Kabid Humas Polda Sumatera Utara (Poldasu), Kombes Tatan Dirsan Atmaja menuturkan, pihaknya sudah menetapkan 11 orang tersangka kasus kericuhan di lokasi Haul Nadhlatul Ulama (NU) ke 93 yang dikemas dalam Tabliq Akbar dan Tausiah serta pelantikan pengurus IPNU dan IPPNU di Lapangan Merdeka, Jalan Sutomo, Rabu (27/2/2019) kemarin.

“Bahkan, pihak Kepolisian hari ini sudah  mengeluarkan surat penahanan terhadap mereka,” kata Kombes Tatan didampingi Kapolres Tebingtinggi, AKBP Sunadi, Kamis (28/2/2019).

Kombes Tatan menambahkan, jumlah ini bertambah dari sebelumnya petugas mengamankan dan menahan 8 orang dari lokasi acara yang dihadiri Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, tokoh agama serta pemuka masyarakat dari pengurus daerah NU Sumut.

Sekedar diketahui, kericuhan yang terjadi pada Haul NU itu saat sekelompok orang mengatasnamakan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Front Pembela Islam (FPI) berteriak dan mencoba menerobos masuk dengan berteriak meminta acara tersebut segera dibubarkan.

Para pelaku kerusuhan yang ditahan di Polres Tebingtinggi.

Melihat hal itu, polisi yang sedang berjaga melakukan pengamanan di sekeliling Lapangan Merdeka Tebingtinggi langsung menghadang tamu tak diundang tersebut.

Bahkan, salah seorang orang oknum kader FPI berhasil masuk ke lokasi dan meminta acara tersebut dibubarkan, sambil berteriak Ganti Presiden sehingga suasana tambah kacau dan ceramah agama yang hendak selesai terganggu.

Selanjutnya, Kapolres AKBP Sunadi yang berada di lokasi kegiatan langsung memerintahkan mengamankan dan membawa 9 orang ke Polres Tebingtinggi untuk dimintai keterangan. Satu diantaranya dikembalikan, karena merupakan pedagang di lokasi kegiatan dan tidak terlibat FPI. (purba)