Upah Pelipat Surat Suara Pemilu 2019 Minim, Ini Penjelasan KPUD Simalungun

Ilustrasi pelipatan surat suara.

Simalungun, Lintangnews.com |  Upah petugas yang akan melipat suara pada Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 di KPUD Kabupaten Simalungun dinilai minim.

Ini membuat para pekerja yang sudah berpengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, menolak mengerjakan meski pihak KPUD berupaya kembali merekrutnya.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya, per lembar surat suara itu sebesar Rp 150. Tapi untuk Pemilu 2019 ini minim, hanya Rp 50 per lembar,” ucap sumber, kemarin.

Sambung pekerja berpengalaman ini, kalaupun upah lipat per lembar dinaikkan menjadi Rp 80, tetap juga tidak ‘termakan’ (tercukupi). Ini mengingat ongkos transportasi ke kantor KPUD Simalungun per orangnya sebesar Rp 28 ribu untuk pulang pergi. Ini ditambah lagi biaya makan dan minum.

Sementara, jika pelipatan surat suara dikerjakan secara berkelompok, yakni sebanyak 8 orang, maka per harinya itu paling bisa melipat 4 ribu surat suara. Jika dikali Rp 50 atau Rp 80, maka per orangnya mendapat Rp 40 ribu. Ini dikurangi biaya transportasi serta makan dan minum, maka tak lebih menerima sebesar Rp 18 ribu.

“Mendingan lah kami cari barang bekas saja dari pada melipat surat suara ke KPUD Simalungun di Pematang Raya sana,” imbuh sumber.

Berdasarkan informasi, secara umum upah melipat surat suara untuk Pemilu 2019 yakni senilai Rp 100 per lembarnya.

Menanggapi konfirmasi informasi yang dihimpun, Ketua KPUD Simalungun, Raja Ahab Damanik tidak membantah bahwa pihaknya semula membandrol sebesar Rp 50 per lembarnya. Namun setelahnya ditetapkan menjadi Rp 80 per lembarnya. “Maaf bkn 50 tp Rp 80/lbr.tks,” tulis Ahab via WhatsApp (WA) miliknya.

Sementara menanggapi adanya informasi bahwa secara umum upah lipat surat suara untuk Pemilu 2019 adalah Rp 100 per lembar, justru Ahab meminta agar datanya diantarkan ke KPUD Simalungun.

“Mhn datanya d bawa k kantr kpu simalungun,” kata Ahab kembali via WA. (zai)