Polsek Perdagangan Ringkus Pasangan Pelaku Pengedar Sabu

Pasangan yang diamankan dengan memegang barang bukti.

Simalungun, Lintangnews.com | Personil Polsek Perdagangan berhasil meringkus pasangan berlainan jenis diduga pelaku penyalahgunaan (PG2N) narkotika jenis metamfetamen (sabu) dari salah satu rumah di Kampung Bah Bayu Kelurahan Kerasaan I, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun, Minggu (10/3/2019).

Kedua tersangka yang diamankan yakni, Ismanto (36) warga Simpang Mereng Nagori Pematang Asilom, Kecamatan Gunung Malela dan Novi Hera Indri (23) warga Kampung Bah Bayu Kelurahan Kerasaan I, Kecamatan Pematang Bandar.

Dengan barang bukti berupa, 1 buah dompet warna orange motif bunga ukuran sedang yang didalamnya terdapat 1 buah timbangan elektrik warna hitam merk IS. Lalu 1 buah dompet warna merah ukuran sedang di dalamnya terdapat 4 bungkus plastik klip ukuran sedang diduga berisi sabu.

Barang bukti lainnya, 7 bungkus plastik klip ukuran kecil diduga berisi sabu, 2 buah mancis, 3 buah pipet ujuran kecil, 1 buah pisau lipat, handphone (HP) merk Nokia warna merah, Samsung lipat warna hitam dan Oppo, serta uang tunai sebesar Rp 355.000.

Informasi dihimpun, Rabu (13/3/2019) menyebutkan, jika Kapolsek Perdagangan, AKP Supendi mendapat informasi dari masyarakat jika di rumah pelaku (Novi) di Kampung Bah Bayu Kelurahan Kerasaan I sedang terjadi transaksi sabu.

Selanjutnya sekira pukul 06.30 WIB, anggota lidik yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Perdagangan, Iptu Zikri Muamar melakukan penyelidikan. Saat dilakukan penggerebekan sekira pukul 07.30 WIB, tersangka Ismanto ada membuang sebuah dompet ke atas asbes atau plafon dapur.

Lalu petugas mengambil dompet itu disaksikan Lurah Kerasaan I, sehingga ditemukan barang bukti .

Menurut keterangan , Ismanto, jika dirinya menjual atau mengedarkan sabu bekerjasama dengan Novi Hera Indri. Ismanto juga mengaku ada menyimpan nama kontak di HP dengan nama ‘Sawit’.

Setelah dilakukan gelar perkara terhadap tangkapan itu, Ismanto dan Novi Hera Indri diduga kuat melakukan tindak pidana melanggar UU RI Nomor 35 Tahun 2009 dengan pasal 114 angka 1 subs 112 angka 1 dengan ancaman hukuman penjata paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun. (zai)