Proyek Pamsimas di Simalungun Belum Selesai, Ternyata SPJ sudah Rampung

Berita acara uji fungsi proyek Pamsimas III TA 2018 Nagori Bangun Rakyat, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun.

Simalungun, Lintangnews.com | Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran (TA) 2018 sejumlah Nagori di Kabupaten Simalungun disoal oleh sejumlah pengamat kebijakan.

Ini setelah penggunaan APBN dan APBD ditengarai ada rekayasa, serta tidak sesuai dengan rencana anggaran yang ditetapkan.

Bahkan, pelaksanaan proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) III tahun Anggaran 2018 yang belum selesai, ternyata Surat Pertanggungjawaban (SPJ) sudah rampung dibuat.

Terkait persoalan ini, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Pamsimas III di Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Penataan Ruang (PUPPR) Pemkab Simalungun, Norma Susan Panjaitan mengaku, pihaknya hanya membangun Pamsimas pada distribusi saja atau tidak sampai ke Sambungan Rumah (SR). Jika ingin sampai ke SR, maka masyarakat itu sendiri yang harus mendanai penyambungan.

“Kami itu membangun sampai distribusi saja. Masyarakat itu dikutip iuran untuk membangun sampai SR,” sebut Norma, kemarin.

Hanya saja menurutnya, sampai saat ini tidak terkumpullah uangnya. Norma menuturkan, dari distribusi ke rumah-rumah itu tergantung pada masyarakat mengumpulkan uangnya.

“Kalau dari dinas, kami sudah tepat waktu. Tetapi kalau dari mereka gak terkumpul uangnya buat SR. Seperti di Nagori Pamatang Panombeian Panei baru semalam lah. Karena kalau gak siap-siap, apa kami tunggu,” tukasnya.

“Kami cuma sampai distribusi. Kalau memang sampai ke rumah-rumah, itu urusan mereka. Begitu usulan dari masyarakat. Gak ada uangnya, itu tanggungjawab yang punya (pemilik) rumah menyambungkannya. Dimana-mana proyek Sistim Penyediaan Air Minum (SPAM) memang begitu,” ujar Norma menyakinkan.

Norma menuturkan, hingga bulan November 2018 pihaknya sudah selesai. “Kalau belum ada kesepakatan dari warga, ya bagaiaman. Gak mungkin kita paksa,” ucapnya.

“Itulah yang kalian bilang itu kutipan-kutipan dan kami gak pernah ngutip. Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) itu sendiri, ya orang kampung it ulah yang mengutip iurannya,” tambahnya.

Disinggung oknum KKM Pamsimas III TA 2018 Nagori Bangun Rakyat Kecamatan Panei, Norman menyarankan agar dipertanyakan pada Pangulunya. “Yang dekat tangki itulah. Ke Pangulu lah tanya. Pas di pinggir jalan dia (KKM) berumah. Dia tukang jual bakso. Hanya dia tukang bakso disana,” tukasnya.

Diketahui Dinas PUPPR tahun 2018 menggelontorkan proyek Pamsimas III bersumber dananya dari APBN dan APBD. Sementara kegiatan proyek Pamsimas itu sebanyak 17 titik. Terdiri dari 14 titik dari APBN. Dan 3 titik bersumber dari APBD Simalungun 2018.

Mirisnya, proyek Pamsimas itu belum selesai dikerjakan, namun SPJ nya sudah rampung, sehingga diduga ada terjadi rekayasa. (zai)