PT CSR Sei Tampang Serahkan Bantuan Disinfektan pada Camat Bilah Hilir

Penyerahan bantuan disinfektan dari PT CSR Sei Tampang.

Labuhanbatu, Lintangnews.com | PT Cisadane Sawit Raya (CSR) Kebun Sei Tampang menyerahkan bantuan cairan disinfektan pada Camat Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Rabu (8/4/2020).

Maneger PT CSR  Sei Tampang, Roni Wahyudi Hasugian melalui Humas, Sayfrijal Harahap menyerahkan bantuan disinfektan pada Camat Bilah Hilir, Bangun Siregar, didampingi Kasi Pemerintahan Juhri dan Staf Kepegawaian, Milwan

Syafrijal menyampaikan, jika pihaknya sudah melaksanakan penyemprotan di rumah maneger, karyawan, kantor dan fasilitas umum seperti Sekolah Dasar, Masjid dan pos satpam seminggu sekali.

“Kita juga mendata pendatang yang bertamu dan keluar. Kemudian kita wajibkan pakai masker kepada semua karyawan PT CSR dan cek suhu badan tamu dari luar yang datang,” paparnya.

Lanjutnya, bantuan yang diserahkan yakni, 52 liter disintektan berupa Soklin, Wifool dan Beayclin untuk pencegahan, sekaligus membasmi Virus Corona atau Covid-19 di Bilah Hilir.

“Semoga ini dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Kita berharap kepada perusahaan lain di Bilah Hilir mari sama-sama memberikan bantuannya, serta bekerja sama dan sama bekerja. Semoga Virus Corona hilang di Bilah Hilir Labuhanbatu dan umumnya Indonesia,” terang Syafrijal.

Camat Bilah Hilir, Bangun Siregar menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian PT CSR Kebun Sei Tampang menyerahkan bantuan disinfektan untuk pencegahan Virus Corona.

Dia menambahkan, pihaknya juga sudah melaksanakan penyemprotan disinfektan menggunakan mobil pemadam kebakaran (damkar). Ini termasuk memberikan disinfektan pada organisasi yang peduli dengan pencegahan Virus Corona.

“Jika semua perusahaan memberikan bantuan berupa disinfektan seperti ini, maka penyemprotan massal akan dilaksanakan lagi, dengan melibatkan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Desa yang sudah dibentuk. Kita menghimbau masyarakat agar tetap jaga kesehatan dan peduli melaporkan pada Kepala Desa (Kades) maupun Lurah, jika warga yang datang dan keluar diduga salah satu penyebaran Virus Corona,” tutup Bangun. (Sofyan)