Realisasi Proyek Jalan Poros Menuju PKS Amburadul, PT Gogo Salahkan PTPN IV Bahjambi

Butiran pekerasan badan jalan poros menuju PKS PTPN IV Bahjambi merotol keluar badan jalan.

Simalungun, Lintangnews.com | Pelaksana lapangan PT Gogo, Mukti menyalahkan pihak PTPN IV Bahjambi, sehingga realisasi pekerasan jalan poros menuju PKS yang dikerjakan amburadul.

“Yang salah sebenarnya kan orang kebun (perkebunan), bang. Ngasih titik itu pertama kali yang di sini,” ucap, Multi saat ditemui di Tenera, Selasa (14/5/2019).

Menurutnya, selaku fasilitator kegiatan pekerasan jalan yang dikerjakan, PTPN IV Bahjambi seharusnya menunjuk lokasi kerja di Afdeling VI Jawamaraja Bahjambi.

“Ini kan gak. Ngasih lokasi di luar duluan. Aturan ngasih yang di dalam dulu, baru bisa makin maju,” paparnya.

Dibenarkan Mukti, jika kerusakan jalan pada sisi kiri dan kanan (rel) jalan, karena pekerasan jalan tersebut sudah dilalui truk CPO maupun pengangkut Tandan Buah Segar (TBS).

Sementara pengerjaan pekerasan jalan poros itu masih sekira 20 persen dikerjakan. Dan belum lagi dipadatkan memakai alat pemadatan bomag.

“CPO dari situ. Semua dari situ, karena dari akses inti. Bahkan, mobil-mobil lain dari situ. Harusnya, kan gak boleh lewat dari situ. Terakhir, terjadi lah kerusakan rel. Mau gak mau, pindah lah kami ke sana. Gitu pak,” paparnya.

Mukti mengatakan, pekerasaan jalan di areal Afdeling VI Bahjambi merupakan paket pekerjaan pekerasaan jalan poros menuju PKS PTPN IV Bahjambi. Pekerasan jalan itu sepanjang 2,6 km dan buka 5 meter.

Pelaksana lapangan PT Gogo, Mukti.

Ironisnya, Mukti mengaku tak tau berapa besar pagu pekerasan jalan itu. Ini mengingat dirinya hanyalah sebagai pelaksana lapangan dari PT Gogo.  “Satu paket dengan yang di Afdeling 6. Kalau jalan poros ke PKS dikerjakan sejak akhir bulan April lalu. Harusnya pihak kebun senang,” imbuhnya.

Dia menuturkan, bos (pimpinan) nya yang mengetahui nilai proyek itu dan perusahaan berkantor di Medan. “Masalah kerjaan itu tender masih lama ini, sampai bulan Juni. Makanya, kalau kami tinggal, masih ada waktu,” kata Mukti yang mengaku tak kenal pimpinannya.

Disinggung mengenai material yang digunakan batu koral jenis mangga sebesar bola kaki, Mukti, justru menuturkan, pihak Perkebunan Unit Bah Jambi memperoleh untung.

“Beruntunglah kebun dikasih yang besar. Ketebalannya 8 cm dan lebar 5 cm. Belum dibomag dan profil. Nanti dibomag dan diratakan setelah diprofil. Makanya, saya desak, sebenarnya titiknya di mana saja,” terangnya.

Pantauan di lokasi pekerasan jalan poros menuju PKS PTPN IV Bahjambi itu diduga asal jadi dan bernuansa korupsi. Fakta di lapangan, pekerasan jalan itu menggunakan batu koral berukuran bola kaki, bahkan pengerjaan motifnya juga asal-asalan.

Ini menyebabkan butiran pekerasan jalan banyak berserak keluar dari badan jalan. Alias bergerak dari tempat semula saat disebarkan. Kuat dugaan penebaran material pekerasan jalan itu, PT Gogo menggunakan alat berat (dozer).

Sebelumnya. SDM Perkebunan Unit Bahjambi, Fadlan Fahmi Simatupang saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler kemarin membenarkan sedang ada pekerjaan pengerasan jalan di Bahjambi.

“Tetapi itu belum selesai. Paling baru selesai sekitar 40 persen. Pekerjaan tersebut baru selesai nanti akhir Juni. Terkait spek teknis dan lain-lain, silahkan bapak saja langsung berkomunikasi dengan pelaksananya,” sebut Fadlan. (zai)