Rekanan Pasang Leningan di Atas Air Berjalan, UPTJJS: Kita Kerja di Lokasi Sesuai Kondisi Air

Pengerjaan proyek Dinas BMBK Sumut terkait pasang leningan di atas air berjalan.

Simalungun, Lintangnews.com | Pihak Unit Pelaksana Teknis Jalan dan Jembatan Siantar (UPTJJS) membantah jika rekanan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBMBK) Sumatera Utara di Kabupaten Simalungun memasang leningan di atas air berjalan.

“Maaf pak. Kita kerja di lokasi sesuai kondisi air, kalau air surut dan bisa dikendalikan, mereka kerja di bawah. Tapi kalau air lagi tinggi mereka kerja dibagian atas TPT,” sebut pihak UPTJJS kepada Kepala Dinas (Kadis) BMBK Sumut, Bambang Pardede, Minggu (18/10/2021).

Terkait dinding saluran lebih tinggi dari bahu jalan disebut sudah di levelnya. “Soal ketinggian TPT sudah di level, nantinya permukaan aspal lebih tinggi dari TPP,” terang pihak UPTJJS menyakinkan Kadis BMBK Sumut, serta tak luput mengirimkan foto sebagai bukti.

Sebelumnya. Bambang Pardede meminta media tetap melakukan komunikasi kepada Dinas BMBK Sumut. “Hari ini saya akan minta Ka UPTJJS nya melakukan jawaban atas pemberitaan Lintangnews.com,” tulis Bambang via pesan WhatsApp (WA).

Bukan hanya di Simalungun, lanjut Bambang, dirinya juga terbuka untuk paket-paket proyek Dinas BMBK lainnya. Dia juga menjelaskan, saat menjelang akhir tahun 2021, banyak kegiatan kegiatan Dinas BMBK Sumut yang mengejar target penyelesaian.

“Saya tidak mentolerir penyelesaian pekerjaan dan melakukan percepatan penyelesaian fisik dengan mengabaikan mutu pekerjaan,” imbuh Bambang, dan menambahkan di Simalungun menjelang akhir tahun kondisi airnya masih tinggi.

Ada pun nama penyedia jasa proyek Dinas BMBK Sumut di Simalungun yang diduga memasang leningan diatas air berjalan yakni PT Nada Karya Bangun Perkasa.

Diketahui jenis pekerjaan, peningkatan struktur pada ruas jalan Simpang Raya-Pelabuhan Tigaras, dengan nomor kontrak. 602/UPTJJS-DBMBK/KPA tanggal 20 Agustus 2021.

Sementara nilai kontrak sebesar Rp 16 miliar lebih, dengan sumber dana APBD Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran (TA) 2021 dan masa pelaksanaan selama 120 hari. (Zai)