Rumah Aspirasi Sahabat Novri Aritonang Santuni Korban Kebakaran Jalan Mangga

Rumah Aspirasi Sahabat Novri Aritonang menyalurkan bantuan pada korban kebakaran Jalan Mangga, Kota Siantar.

Siantar, Lintangnews.com | Bentuk kepedulian terhadap sesama sebagai bentuk sosial masyarakat kepada yang tertimpa musibah, Rumah Aspirasi Sahabat Novri Aritonang Siantar-Simalungun menyantuni para keluarga korban kebakaran di Jalan Mangga, Kelurahan Parsoran Nauli, Kecamatan Siantar Marihat, Kota Siantar, Minggu (7/7/2019).

Ketua Tim Koordinator Rumah Aspirasi Sahabat Novri Aritonang Siantar-Simalungun, Mara Salem Harahap mengatakan, ini sesuai dengan slogan pihaknya yakni, ‘Mendengar, Membantu dan Melaksanakan’. Ini membuat pihaknya membantu masyarakat Siantar yang tertimpa musibah dan kemalangan.

“Maka kami tergerak untuk membantu meringankan kesusahan dan kesedihan warga yang tertimpa musibah kebakaran pada Sabtu (6/7/2019) malam,” sebutnya.

Mara Salem menuturkan, pihaknya memberikan paket bantuan pada masing-masing Kepala keluarga (KK). Yakni, 3 karung beras, 1 kotak mie instan, 2 kg minyak kemasan dan uang tunai.

“Ini untuk membantu meringankan kesedihan para korban kebakaran. Semoga mereka segera mendapatkan perhatian dari pihak pemerintah, agar bisa kembali mendapatkan tempat tinggal yang layak,” paparnya.

Ketua Tim Koordinator Rumah Aspirasi Sahabat Novri Aritonang Siantar-Simalungun, Mara Salem Harahap meninjau lokasi kebakaran di Jalan Mangga.

Sementara Koordinator Penerima Bantuan menyampaikan terima kasih kepada Rumah Aspirasi Novri Aritonang Siantar-Simalungun atas bantuan yang telah diberikan.

“Kami mendoakan semoga pak Novri Aritonang dan keluarga selalu diberikan kesehatan dan rezeki, serta umur yang panjang. Walaupun kami saat ini masih tidur di tenda penampungan, namun masih banyak yang peduli,” paparnya.

Sebelumnya, peristiwa kebakaran yang terjadi di Jalan Mangga menghanguskan kurang lebih 10 unit rumah kontrakan milik marga Lubis. Rumah itu ditempati Legiman, Dahlan, Edi Mustofa, Marsinah, Safii, Prawiro, Edy, Agus, Suryati dan Ida Siregar.

Saat ini korban kebakaran masih tinggal di tenda penampungan. Pasalnya, semua barang-barang berharga milik mereka ludes terbakar. (rel)