Rumah Terbakar, Wartawan yang Tergolek Sakit di Gudang Ini Butuh Perhatian Pemko Siantar

Kondisi Fadri Sikumbang yang hanya mampu terbaring di atas tempat tidur.

Siantar, Lintangnews.com | Nasib seorang wartawan bernama Fadri Sikumbang (51) ini tidak seberuntung rekan-rekan seprofesinya.

Selama 7 bulan belakangan ini, akibat penyakit gula yang dideritanya, ia hanya bisa terbaring di atas tempat tidurnya di gudang Daerah Pinggiiran Rel Kereta Api (DPRKA).

Pasalnya, rumah yang pernah ditempatinya dulu, terbakar sekitar 2 tahun lalu. Sejak itulah, Fadri bersama istri dan 5 orang anaknya tinggal di sebuah gudang yang terletak di Jalan Lokomotif, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara.

Saat awak lintangnews.com bersama wartawan lainnya menyambangi gudang yang ditempatinya, Jumat (20/6/2019), Fadri Sikumbang tampak tergolek lemas tak berdaya dibalut popok di atas ranjangnya. Fadri hanya bisa menatap rekan-rekannya yang menyambanginya dengan mata berkaca-kaca. Sementara para rekan-rekannya juga tampak terharu melihatnya.

Lely Henika (48) istri Fadri mengatakan, 5 tahun lalu suaminya mengidap penyakit gula. Namun, sekitar bulan 11 lalu, dia (Fadri) terjatuh dan mengalami demam selama 3 hari.

“Awal nya dia sakit gula, tettapi masih bisa jalan. Sejak jatuh dari kamar mandi itu lah sampai sekarang dia (Fadri) terbaring. Sudah 7 bulan suami saya terbaring di tempat tidur,” kata Lely.

Lely menyebutkan, untuk mencari biaya perobatan sang suami dan mengurus anak-anaknya, dirinya harus pintar-pintar membagi waktu.

“Pagi kan saya sudah masak, nyuci dan ngurus anak. Sudah pergi anak kesekolah, aku kerja lah. Saya titiplah sama eda suami, menunggu anak pulang menjaganya,” ungkap Lely.

Fadri Sikumbang dan istrinya saat dijenguk rekan-rekan seprofesinya. (ist/LNN)

Ia menuturkan, sang suami sudah dibawa untuk berobat menggunakan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Namun karena waktu mengurus anak yang masih sekolah terbengkalai, Lely memilih untuk merawat sang suami di gudang yang ditempatinya.

“Kalau di Rumah Sakit (RS) siapa yang menengok. Anak-anak masih sekolah. Jadi, kalau saya di RS merawat suami, siapa yang nengok anak-anak,” tuturnya.

Ia pun berharap kepada Pemko Siantar untuk memperhatikan masyarakat yang kurang mampu.

“Mohon lah diperhatikan pemerintah kami seperti ini,” ucapnya mengakhiri sembari menitikkan air mata. (irfan)