Sabu Ditemukan di PKS SJS, Kapos Hatonduhan Ngaku Tak Tau ada Surat Pernyataan

Ilustrasi sabu.

Simalungun, Lintangnews.com | Kapos Hatonduhan Polsek Tanah Jawa, Aiptu Girsang Sinaga membantah dirinya mengetahui surat pernyataan yang telah dibuat Humas Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Sawita Jaya Sejahtera (SJS) di Nagori Buntu Bayu, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, Januar Sinaga.

Ini terkait kepemilikan narkotika jenis sabu sebanyak 4 paket besar yang berhasil diamankan pekerja bongkar saat pemilik barang haram itu bernama Comot, pekerja sortasi di PKS tersebut berupanya menyembunyikannya, kemarin.

Aiptu Girsang beralasan saat peristiwa terjadi, dirinya sedang tidak ada di tempat. Melainkan bersama Kapolsek Tanah Jawa, Kompol H Panggabean sejak pulang dari Raya hingga mendapatkan informasi ada penemuan paket sabu di PKS PT SJS.

Selanjutnya Aiptu Girsang meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersamaan dengan 3 orang intel Polsek Tanah Jawa sekira pukul 19.30 WIB. Namun sudah tidak menemukan lagi pemilik barang haram itu di lokasi PKS PT SJS.

Kemudian menyerahkan barang bukti 4 paket sabu ke Polsek Tanah Jawa. Dan telah berkordinasi dengan Kanit Reskrim Polsek Tanah Jawa untuk kelanjutannya.

“Saya saja gak ada di tempat. Kok bisa berita kalian menyebutkan saya mengetahui surat pernyataan yang dibuat Humas. Dari mana kau tau itu, masyarakat yang mana menyebutkan,” bantah Aiptu Girsang via telepon selulernya Minggu (24/3/2019).

“Enak aja kalian menyebutkan saya mengetahui surat pernyataan, ada buktinya sama kalian? Pak Kapolsek pun tertawa membaca beritamu. Konfirmasilah Pak Kapolsek,” imbuh Aiptu Girsang.

Menanggapi adanya bantahan Kapos Hatonduhan itu, warga Nagori Buntu Bayu yang sebelumnya mengabarkan jika membenarkan saat pembuatan surat pernyataan Kapos tidak di tempat.

“Kapos memang gak disitu saat pembuatan pernyataan. Hanya Humas PKS dan saksi-saksi saja yang disitu saat itu. Tapi bukan berarti dia (Kapos) gak tau,” kata warga.

Pasalnya, setiba di TKP, petugas securyti Elpin Siringo-ringo ada memberitahunya dan Kapos memarahinya. Itu karena ada 3 orang intel Polsek Tanah Jawa bersamanya.

“Lagian apa alasan Humas PKS menyuruh pemilik kabur kalau tidak berupaya melindungi pemilik narkotika itu. Perlu kami informasikan, peredaran sabu di PKS itu sudah berlangsung lama,” papar warga.

Mereka (warga) menilai, wajar Kapos membantah, pasalnya, Elpin Siringo-ringo berstatus Bantuan Polisi (Banpol). Sehingga akan membantah jika Kepolisian memintai keterangan, karena Aiptu Girsang juga dapat gaji bulanan dari PKS tersebut.

Lanjut warga, jika benar polisi mau mengungkap peredaran narkotika di PKS itu dinilai mudah. Karena pemilik sabu itu alamatnya di Kota Tebingtinggi dan merupakan orang kepercayaan pemilik PKS.

Diduga membantah kebenaran apa yang disampaikan Aiptu Girsang Sinaga, Kapolsek Tanah Jawa, Kompol H Panggabean tidak bersedia menanggapi konfirmasi yang telah dilayangkan. (zai)