Samidi Habisi Nyawa Janda karena Cekcok Pembayaran Uang Jasa Kencan

Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan memaparkan pelaku pembunuhan.

Simalungun, Lintangnews.com | Samidi alias Senen (45) warga Nagori Margomulyo, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun menghabisi nyawa janda bernama Ngatiem alias Iyem, wanita yang sebelumnya ditemukan tewas dalam keadaan telungkup di areal PTPN IV Kebun Laras, akhirnya terungkap.

Peristiwa itu terjadi diawali cekcok pembanyaran uang jasa. Ini setelah Samidi mengencani Ngatiem (korban). Ternyata Samidi tidak membayarnya sesuai dengan tarif yang telah disepakati. Dan akhirnya polisi menetapkan dirinya sebagai tersangka pembunuhan berencana.

Diketahui korban warga Huta III Nagori Silau Bayu, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun ditemukan tewas dalam kondisi telungkup dan bersimbah darah pada tanggal 19 Maret 2019 di lahan Afdeling III PTPN IV Kebun Laras.

Hal itu diungkapkan Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan, saat konferensi pers dengan puluhan wartawan media cetak, elektronik dan televisi di Lapangan Asrama Polres Simalungun, Jalan Sangnauluh, Kota Siantar, Selasa (16/4/2019).

Dikatakan Kapolres, awalnya keduanya bertemu di Jalan Thamrin Kota Siantar-tempat Ngatiem biasa mangkal. Kemudian di lokasi itu keduanya membuat kesepakatan berkencan dengan tarif senilai Rp 150.000.

Selanjutnya dengan mengendarai sepeda motor Honda Revo nomor polisi (nopol) BK 3496 TBI. Keduanya pun meluncur ke areal lahan Afdeling III PTPN IV Kebun Laras di Nagori Silau Bayu, persisnya tak jauh dari alamat korban.

Foto korban semasa hidupnya.

“Seusai kencan, korban kemudian menagih uang jasa pelayanannya. Namun tersangka hanya menyerahkan senilai Rp 50 ribu,” terang Kapolres didampingi Kasat Reskrim, AKP Ruzi Gusman.

Melihat jumlah uang itu, Ngatiem kemudian tidak terima, karena tidak sesuai dengan tarif yang sudah disepakati. Saat itu Samiadi marah dan langsung menikam tubuh korban dengan sebilah belati dari jok sepeda motornya.

“Jadi motif pelaku melakukan pembunuhan dikarenakan persoalan pembayaran tarif yang tidak sesuai dengan kesepakatan. Lalu menikam tubuh korban dari belakang menggunakan sebilah belati,” ungkap AKBP Marudut.

Diduga mengetahui korban tewas, Samiadi langsung meninggalkan jasad Ngatiem di lokasi dan pulang menuju kediamannya di Nagori Margomulyo. Pelaku yang ketakutan langsung kabur dari rumahnya.

Akibat perbuatannya, sambung Kapolres, pelaku Samidi dijerat dengan pasal 338 dan 340 KUHPidana, dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup. (zai)