Sat Narkoba Simalungun Tangkap Muchtar dan Rini di Rumah Pondok Proyek Bah Jambi

Rini dan Muchtar saat di amankan di kantor SataNarkoba Polres Simalungun.

Simalungun, Lintangnews.com | Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Simalungun menindaklanjuti adanya informasi jika adanya rumah di Bah Jambi Pondok Proyek Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi sering dijadikan transaksi dan penyalahgunaan narkotika jenis sabu, Sabtu (2/2/2019).

Atas dasar informasi itu, petugas langsung bergerak menuju lokasi dan melakukan penyelidikan.

Tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas langsung melakukan penggerebekan. Petugas menemukan seorang laki-laki mengaku bernama Muchtar, dan perempuan bernama Rini.

“Saat dilakukan penggeledaan badan terhadap Muchtar, petugas tidak ada ditemukan barang bukti yang berhubungan dengan narkotika,” sebut Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan melalui Kasat Narkoba, AKP Heri Edrino Sihombing, Selasa (5/2/2019).

Selanjutnya petugas melakukan penggeledahan di rumah Muchtar disaksikan langsung Kepala Lingkungan (Kepling). Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti berhubungan dengan narkotika di belakang rumah pelaku.

“Hasil interogasi terhadap Muchtar mengaku, pada saat digerebek, dirinya menyuruh Rini membuang sabu. Dan mengaku barang bukti itu dari seseorang bernama Putra,” sebut AKP Heri.

Kemudian dilakukan pencarian terhadap Putra melalui handphone (HP) dan mengajaknya bertemu. Selang tak berapa lama, Putra muncul di tempat yang telah ditentukan.

Dari hasil penggeledahan badan ditemukan barang bukti yang berhubungan dengan sabu. Kepada petugas, Putra mengaku mendapatkan barang bukti dari seseorang bernama Kinoi.

Tanpa menunggu waktu, petugas langsung menuju Serapuh, tempat di mana Kinoi berada sesuai pengakuan Putra. Pengembangan dan pencarian pun membuahkan hasil. Akhirnya petugas mengetahui keberadaan Kinoi di rumah mertuanya dan langsung melakukan penggerebekan.

Kemudian petugas melakukan penggeledahan badan terhadap Kinoi dan tidak ditemukan barang bukti. Selanjutnya, dilakukan penggeledahan terhadap rumah tersebut dan ditemukan barang bukti yang berhubungan dengan narkotika.

Kinoi pun mengaku mendapatkan sabu dari seseorang bernama Master yang berada di Kota Siantar. Tanpa menunggu waktu lama, petugas langsung dilakukan pengembangan dan pencarian, namun tidak membuahkan hasil.

“Kita tetap melakukan pencarian terhadap Master guna mengungkap jaringan peredaran narkotika yang lebih besar khususnya di wilayah Kabupaten Simalungun. (zai)