Satuan Penjinak Bom Ledakan Paket Mencurigakan dari Bandara Kualanamu

Paket mencurigakan diduga bom saat diledakkan di parkir B Bandara KNIA.

Deliserdang, Lintangnews.com | Satuan Penjinak Bom (Jibom) Polres Deliserdang, Kamis(28/2/2019) sekira pukul 09.22 WIB berhasil mengamankan sekaligus meledakan sebuah paket (bag) mencurigakan diduga berisi bom di lapangan parkir B Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA), Kabupaten Deliserdang.

Paket diduga berisi bom itu ditemukan di area kedatangan terminal penumpang. Ini setelah posko Aviation Security berkoordinasi dengan BKO TNI Polri mengamankan adanya bom yang diletakan di area Bandara KNIA.

Awalnya sekira pukul 09.02 WIB, Posko Aviation Security mendapat 3 kali telepon gelap tanpa identitas menyebutkan adanya bom siap diledakan di area Bandara KNIA.

Adanya ancaman itu membuat pihak Aviation Security melaporkan langsung ke Manager of Air Port Security. Selanjutnya melakukan koordinasi dengan Komite Keamanan Bandara KNIA untuk mengambil langkah pengamanan.

Dengan melibatkan semua pihak, Otoritas Bandara Wilayah II, operator CCTV dan Polres Deliserdang, tepatnya sekira pukul 09.22 WIB, paket mencurigakan tersebut berhasil ditemukan Tim Reaksi Cepat di bawah pimpinan Kapolres Deliserdang, AKBP Eddy Suryantha Tarigan.

Dengan ditemukan paket mencurigakan itu, pihak Bandara mengaktifkan Emergency Operasional Center (EOC) dan menaikan status Bandara KNIA dari normal( hijau ke warna kuning (rawan) hingga warna merah (darurat).

Selanjutnya paket mencurigakan itu dimusnahkan di dalam Bom Thriller di area parkir B Bandara. Setelah dilakukan pengamanan dan pemusnahan pemegang komando oleh Kapolres Deliserdang, tepatnya sekira pukul 09.59 WIB kembali menyerahkan komando ke Komite Pengamanan Bandara.

Executive General Manager PT Angkasa Pura II, Bayuh Iswantoro bersama stake holder Bandara KNIA saat menyaksikan proses simulasi.

Ini setelah melakukan pemulihan pengamanan dan dipastikan Bandara KNIA aman, Komite Pengamanan Bandara menurunkan status dari darurat ke rawan hingga ke normal. Selain itu, tidak ada korban dalam peristiwa tersebutp.

Pengamanan dan peledakan paket mencurigakan diduga bom ini bukan kejadian sebenarnya, hanya dalam rangka latihan atau simulasi yang dilakukan PT Angkasa Pura II (Persero) selaku pengelola Bandara KNIA, dengan tajuk Security Exercise yang bertema ‘Ancaman bom via telepon di Bandara Internasional Kualanamu’.

Executive General Manager PT Angkasa Pura II, Bayuh Iswantoro mengatakan, dasar dari latihan penanggulangan keadaan darurat keamanan (security exercise) Bandara KNIA untuk meningkatkan kesiapsiagaan personil dan fasilitas Bandar Udara terhadap segala jenis situasi darurat yang dapat terjadi, termasuk mengancam kegiatan operasional penerbangan dan pelayanan terhadap pengguna jasa bandar udara.

“Pelaksanaan latihan dimulai pada Senin (25/2/2019) dalam bentuk pelaksanaan table top. Simulasi latihan yang dilaksanakan dalam table top adalah miniatur dari latihan security exercise,” sebut Bayuh.

Pelatihan ini juga melibatkan seluruh komunitas Bandara. Tujuan dari simulasi menguji response time kordinasi yang tertuang dalam Standard Operating Procedure (SOP) dalam Airport Emergency Plan (AEP) antara personil Bandar Udara dengan instansi eksternal yang tergabung dalam Airport Emergency Committe(AEC) jika terjadi keadaan darurat.

Hadir pada simulasi itu,Kabag Ops Polres Deliserdang, Kompol Delami Shaleh, Danramil 23/Beringin, Mayor Inf Makmur Siahaan, Kapolsek Beringin, AKP Bambang Herianto Tarigan,Camat Pantai Labu, Irawadi Harahap  dan stakeholder Bandara KNIA. (idris)