Sebelum Ditemukan Tewas, Pekerja RM Burung Goreng Ini Permisi Mengambil Jilbab

Foto Novita Dewi semasa hidupnya.

Simalungun, Lintangnews.com | Joko Priyono (45) tak menduga kepergian putrinya  Novita Dewi (18) harus berakhir tragis.

Novita ditemukan dalam kondisi tak bernyawa usai dibunuh dan disetubuhi Ari Saputra (22) warga Huta I Nagori Silinduk, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, Selasa (21/5/2019) sekira pukul 15.00 WIB di areal ladang ubi di Huta II Nagori Silinduk, Kecamatan Dolok Batu Nanggar.

Joko, warga Jalan Medan Gang Cebol, Nagori Purba Sari, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun saat ditemui wartawan di Instalasi Jenazah RSUD Djasamen Saragih, Kota Siantar, memaparkan kepergian putrinya. Dia menuturkan, Jumat (17/5/2019) subuh Novita Dewi meninggalkan Rumah Makan (RM) Burung Goreng di Jalan Medan, tempatnya bekerja.

“Ngomong anak saya katanya mau ngambil jilbab ke rumah. Rupanya dia pergi bersama si Putra (Arya Saputra) itu. Itupun taunya dari kawan-kawan kerjanya,” kata Joko Priyono, Rabu (22/5/2019).

“Ngomong anak saya katanya mau ngambil jilbab ke rumah, rupanya dia pergi sama si Putra itu. Itupun tahunya dari kawan-kawan kerjanya,” kata Joko Priyono ayah korban sembari menitikkan air mata.

Ayah korban, Joko Priyono.

Diakui Joko, selama ini korban adalah anak yang paling peduli terhadapnya. “Dia ini paling sayang sama saya. Dari kecil sampai sekarang saya gak pernah memukulnya. Ini kok tega anak saya dibunuh,” tandasnya.

Dikatakan pria yang kesehariannya bekerja secara serabutan, jika Sabtu (18/5/2019) sekira pukul 02.00 WIB, pelaku membantah ada berpergian dengan anaknya. Namun arena tidak bisa membuktikan, pelaku selanjutnya dilepaskan pergi.

“Karena kami pun gak bisa membuktikan kalau dia pergi sama anak saya, akhirnya dilepaskan lagi,” ucap Joko.

Pelaku Kabari Warga ada Penemuan Mayat

Dari informasi yang diterima awak media, sebelum jenazah Novita Dewi ditemukan, Selasa (21/05/2019) sekira pukul 17.00 WIB, pelaku sempat mengabari ada temuan mayat di ladang ubi kepada saksi, Imam Budianto.

Selanjutnya Imam Budianto melaporkan kepada Ristono. Kemudian informasi itu ditindaklanjuti dan benar ada sesosok mayat perempuan di dalam parit dalam kondisi mulai membusuk dengan celana panjang yang dipakai dalam keadaan sedikit terbuka. (zai)