Seminar Internasional dan Baca Puisi Anak di Perayaan Bulan Bahasa di Siantar

Perayaan bulan bahasa mengangkat tema penggunaan bahasa Indonesia lintas negara (Ist).

Siantar, Lintangnews.com | Setiap bulan Oktober peringatan bulan bahasa semarak dilakukan. Hal itu seiring perayaan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, sekaligus perayaan Bulan Sastra.

Di Kota Siantar perayaan bulan bahasa mengangkat tema penggunaan bahasa Indonesia lintas negara yang dibuka lewat seminar internasional bersama Sri Minda Murni selaku guru besar Universitas Negeri Medan (Unimde) dan Encik Abdul Hajar, Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, serta Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pemko Siantar.

Perayaan bulan sastra adalah kerja sama antara komunitas Beta Manurat, Mata Publik, UKM Pers dan Sastra Universitas Simalungun (USI), Sekolah Taman Asuhan dan Dinas Pendidikan (Disdik).

“Kegiatan bulan bahasa adalah moment untuk mengenang sejarah bahasa Indonesia sebagai simbol persatuan,” ujar Ketua Panitia Perayaan Bulan Bahasa Cindy Oktaviani, Rabu (27/10/2021).

Bertempat di aula Sekolah Taman Asuhan, perayaan bulan bahasa diisi dengan musikalisasi puisi, lomba membaca dan menulis puisi tingkat SD dan SMP, talk show dan peluncuran buku dan buletin sekolah.

Minda menyampaikan, meski dalam badai pandemi Covid-19, penguatan dan pendalaman sejarah bangsa harus terus dirawat dan diajarkan kepada generasi bangsa. Bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa seperti yang terdapat di dalam Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober mesti selalu dikenang sebagai semangat merawat keberagaman.

“Pandemi telah membuat dunia beralih begitu cepat hingga saat semua serba digital. Namun nasionalisme harus terus diajarkan. Melalui bulan bahasa ini kita semakin menjujung bahasa persatuan yakni bahasa Indonesia,” ujar Minda.

Dia mengutarakan, saat ini banyak penyalahgunaan bahasa Indonesia. Untuk itu dia mengajak dunia pendidikan turut menguatkan penggunaan bahasa Indonesia yang benar.

“Institusi pendidikan turut mendorong agar para siswa menggunakan bahasa Indonesia yang benar di sekolah,” tuturnya.

Sementara itu pendiri Beta Manurat, Erlina Siahaan mengajak anak muda untuk meningkatkan budaya menulis dan membaca.

“Manfaat menulis itu banyak, selain untuk melatih kecerdasan dan menuang ide, juga bisa membuka peluang baru. Saya juga mengajak siapa saja bergabung di Komunitas Beta Manurat,” sebut guru SMP Negeri 4 Kota Siantar ini. (Elisbet)