Silahturahmi Wabup Deliserdang, Yakub Matondang Berikan Buku

Wakil Bupati Deliserdang, Zainuddin Mars saat menerima kunjungan Ali Yakup Matondang.

Deliserdang, Lintangnews.com | Ali Yakup Matondang atau disapa Buya bersilahturahmi dengan Wakil Bupati Deliserdang, Zainuddin Mars di Kantor Bupati Deli Serdang, Rabu (6/2/2019) kemarin.

Ini sekaligus memberikan cendramata berupa buku karangan miliknya yang berjudul ‘70 Kesan Kehidupan’. Buku itu menjabarkan, sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia.

Pertemuaan Buya yang pernah menjabat Rektor IAIN Sumut (1996-2001) dan Universitas Medan Area(UMA) tahun 2005-2018 dengan Zainuddin guna memperkuat hubungan silahturahim, serta masukkan atau pun saran yang dapat diperjuangan kelak, jika terpilih menjadi anggota DPD RI periode 2019-2024.

Bahkan Buya diminta agar dapat memperjuangkan aspirasi masyarakat hingga ke tingkat Pemerintah Pusat. seperti, di bidang pendidikan dan kondisi penerangan lampu ke rumah-rumah warga yang dianggap belum maksimal.

Untuk bidang pendidikan, sambung Buya, Wakil Bupati meminta agar dapat menyampaikan ke Pemerintah Pusat dalam memfokuskan sistem kerja bagi Kepala Sekolah (Kepsek) di Kabupaten Deliserdang tentang perkembangan pendidikan tanpa dibebankan kedalam kegiatan fisik. Sehingga, dunia pendidikan dapat lebih termaksimalkan perkembangannya.

Sedangkan untuk perkembangan lampu penerangan bagi masyarakat khususnya di daerah pelosok, Buya diharapkan dapat menyahuti permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Menurut Buya, seluruh aspirasi yang disampaikan Wakil Bupati, menjadi catatan penting dalam daftar pengantar yang akan diperjuangkan ke Pemerintah Pusat. Sehingga masyarakat Deliserdang menjadi Kabupaten yang cerdas aman dan sejahtera sesuai dengan visi misi dirinya  maju sebagai calon anggota DPD RI pada Pemilu 17 April 2019 nanti.

Usai mendengarkan aspirasi yang disampaikan Wakil Bupati, Buya juga menjabarkan isi di dalam buku itu. Ada 70 kesan kehidupan yang dapat dijadikan aspirasi. Termasuk 70 kesan kehidupan ketika diamanahkan sebagai tugas negara.

“Banyak aspiarasi dan makna yang dapat dipetik dari buku tersebut, sehingga layak untuk dibaca,” sebut Buya. (idris)