Surat Teguran Kedua Segera Dilayangkan pada Pengelola Tanah Urug di Pardomuan

Surat teguran pertama yang dilayangkan pihak Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Tobasa.

Tobasa, Lintangnews.com | Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Toba Samosir (Tobasa) Mintar Manurung menuturkan, pihaknya telah memberikan surat teguran pertama kepada SH sebagai pengelola tanah urug di Desa Pardomuan Kecamatan Silaen, sesuai nomor surat : 660/0222/P3K/DLH/2019, tanggal 04 Maret 2019.

“Untuk menindak lanjuti laporan dan pengaduan masyarakat, serta temuan tim Dinas Lingkungan Hidup pada tanggal 16 Pebruari 2019, maka perlu melayangkan surat teguran aktivitas tanah urug di Desa Pardomuan,” sebut Mintar, Jumat (22/3/2019).

Menurutnya, penghentian aktivitas tanah urug itu sesuai dengan surat Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor : S.323/MENLHK/PHLHK/GKM.0/9/2017 tanggal 25 September 2017, sebagai upaya- upaya pencegahan dan pengendalian dampak lingkungan.

“Akibat surat teguran pertama diabaikan SH, maka kita akan melayangkan surat teguran yang kedua pada Senin (25/3/2019). Sebab kegiatan tanah urug itu masih beroperasi,” sebutnya.

Mintar menengaskan, apabila surat edaran kedua tidak juga diindahkan dan aktifitas galian tanah urug masih juga beroperasi, pihaknya akan segera bertindak.

Pasalnya, Dinas Lingkungan Hidup sudah melakukan koordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan sudah bersedia, sehingga tinggal menunggu laporan penindakan.

“Masalah penindakan dan penghentian yang berwenang adalah Satpol PP. Pihak Dinas Lingkungan hidup sebatas memberikan arahan dan petunjuk lokasi yang akan ditertibkan,” tukas Mintar. (asri)