Siantar, Lintangnews.com | Sudah 2 bulan dana bantuan sosial (bansos) belum juga diserahkan kepada masyarakat terdampak Covid-19 atau Virus Corono.
Bahkan saat akan memasuki bulan September, muncul pertanyaan kemana dana yang bersumber dari APBD Siantar tahun 2020.
“Kita curiga kenapa sudah 2 bulan bansos terdampak Covid-19 itu belum diserahkan. Sementara saat ini akan masuk bulan September. Artinya, akan memasuki 3 bulan,” ucap anggota DPRD Siantar, Ferry SP Sinamo, Minggu (30/8/2020).
Kecurigaan Ferry itu muncul setelah menerima keluh kesah masyarakat terdampak Covid-19 mengapa tidak kunjung dicairkan. Sementara, anggaran recofusing yang digeser dari sejumlah kegiatan dalam APBD Siantar 2020, berkisar Rp 59 miliar.
“Ada apa ini? Kalau dananya sudah ada kenapa 2 bulan belum dicairkan pada masyarakat. Sekarang, saya malah curiga. Apalagi saya sudah menghubungi seorang pejabat terkait dan mengatakan bansos belum dicairkan karena ada data tumpang tindih,” ujarnya.
Menurut Wakil Ketua Komisi II DPRD Siantar ini, jika ada data yang tumpang tindih, waktu 2 bulan jelas sudah cukup untuk melakukan perbaikan.
Sehingga, alasan data yang tumpang tindih itu terang Ferry sangat tidak masuk akal. “Itu alasan klasik. Tidak masuk akal,” tuturnya.
Akibat tidak ada kejelasan pihak Pemko Siantar khususnya dari Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19, Ferry mengatakan, agar DPRD Siantar segera membentuk Panitia Khusus untuk masalah Covid-19. Karena banyak masalah yang muncul, tetapi tidak dijelaskan dengan terbuka.
“Kemarin, anggota DPRD Siantar sudah mengusulkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Covid-19. Masalahnya, penanganan Covid-19 tidak jelas. Bukan hanya soal bantuan yang tertunggak dua bulan, pola penanganan Covid-19 perlu dipertanyakan. Apalagi jumlahnya terus bertambah termasuk adanya tenaga medis yang terpapar,” ujarnya.
Sebelumnya, soal terkendalanya penyaluran bansos selama 2 bulan itu dibenarkan Pj Sekda Pemko Siantar, Basarin Tanjung.
Ia mengatakan, jika bansos dari APBD Siantar yang disalurkan baru 3 bulan. “Untuk bulan keempat dan kelima masih dievaluasi,” tandasnya. (Elisbet)


