UKM Pers dan Sastra USI, Tempat Mahasiswa untuk Menyampaikan Aspirasi

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers dan Sastra Universitas Simalungun (USI) saat memperingati 11 tahun berdirinya organisasi tersebut.

Siantar, Lintangnews.com | Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers dan Sastra Universitas Simalungun (USI) memperingati 11 tahun berdirinya organisasi yang aktif dalam kegiatan jurnalistik kampus, tepat pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 2021.

Ketua UKM Pers dan Sastra USI, Abed Saragih dalam sambutannya mengatakan, peringatan 11 tahun ini mengusung tema ‘Sebuah Langkah Untuk Perubahan’.

“Peringatan ini sebagai upaya refleksi bagi pengurus aktif UKM Pers dan Sastra, untuk lebih bersemangat lagi dalam menjalankan tujuan organisasi. UKM adalah tempat dimana mahasiswa/i dapat menemukan potensi lain di luar akademik,” ujarnya.

Hadir dalam acara itu, pembina UKM Pers dan Sastra sekaligus Dosen USI, Marulam Simarmata, alumni UKM Pers dan Sastra, Cindy Oktaviani, Anugerah Riza Nasution dan Pranoto yang didapuk sebagai narasumber dalam sesi diskusi.

Marulam menuturkan, pentingnya kreativitas dan inovasi mahasiswa di era digital, sehingga mampu memperoleh peluang yang baik sesuai tujuan organisasi.

“UKM ini salah satu sumber informasi kampus, lanjutkan setiap prosesnya agar USI mempunyai unit kegiatan mahasiswa yang benar-benar sebagai tempat mahasiswa untuk memperoleh pengalaman ilmu diluar akademik,” tutur Marulam.

Cindy Oktaviani, angkatan 7 yang juga merupakan salah satu alumni UKM Pers dan Sastra yang telah menghasilkan sejumlah novel dan puisi, mengajak setiap pengurus UKM dan anggota baru untuk tidak takut melewati setiap proses yang sulit dalam belajar dan berkarya.

“Masa-masa sulit di UKM pernah saya alami, tetapi semua itu menghasilkan sebuah karya dan alhamdulillah, setiap kesulitan akan ada kemudahan,” katanya.

Sementara itu, Anugerah Riza Nasution selaku angkatan 3 menekankan agar setiap pengurus maupun anggota UKM Pers dan Sastra untuk konsisten terhadap program kerja yang sudah diputuskan di dalam kongres atau pun rapat.

“Konsisten atas program kerja dan lakukan pekerjaan, UKM Pers dan Sastra adalah tempat, dimana seharusnya mahasiswa mempunyai rumah untuk menyampaikan aspirasinya,” tegasnya.

Sebagai penutup sesi diskusi, Pranoto menyampaikan, belajar adalah kewajiban bagi setiap yang berakal, dan menekankan mahasiswa/i untuk tidak abai terhadap filosofi Tri Darma Perguruan Tinggi.

“Implementasi Tri Darma adalah mahasiswa/i maupun para sarjana terus berusaha belajar, meneliti dan mengabdi sesuai kemampuannya,” tandasnya. (Elisbet)