Video Conference dengan Gubsu, Bupati Sampaikan 142 ODP di Asahan   

Bupati Asahan, Surya melakukan video conference dengan Gubsu, Edy Rahmayadi.

Asahan, Lintangnews.com | Bupati Asahan, Surya didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Taufik Zainal Abidin, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes), Jhon Hardi dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kadis Kominfo) Rahmat Hidayat Siregar, melakukan video conference dengan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Eddy Rahmayadi terkait Covid-19 atau Virus Corona.

Surya mengatakan, hingga Selasa (24/3/2020) tercatat ada 142 orang dalam status Orang Dalam Pemantauan (ODP). Dari jumlah itu terdapat 136 orang warga yang sehat dalam pemantauan, karena baru pulang dari daerah terjangkit Covid-19. Sedangkan 6 orang lagi berstatus sakit dalam pemantauan.

“Kondisi Asahan secara umum sampai saat ini masih terkendali stabil dan nihil terjangkit Covid-19. Meskipun dalam keadaan stabil, tetapi upaya pemantauan terus dilakukan dan kegiatan pencegahan dilaksanakan Pemkab Asahan bersama Forum Koordinasi Pimpina  Daerah (Forkopimda), instansi lain dan masyarakat,” kata Bupati.

Lanjutnya, Pemkab Asahan sudah melakukan beberapa usaha preventif dalam menghadapi bencana nasional Covid-19, seperti melaksanakan penyemprotan disinfektan di setiap kantor pelayanan umum dan pemerintah, rumah ibadah, serta sekolah-sekolah.

“Dinas Kesehatan (Dinkes) bekerjasama dengan pihak Rumah Sakit (RS) dan puskesmas melakukan pendataan secara riil tentang warga yang baru datang dari luar negeri atau daerah yang terjangkit Covid-19,” paparnya dan menambahkan, pemantauan secara ketat melalui Dinkes bersama petugas Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Bupati menuturkan, Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 terus memantau perkembangan warga ODP maupun Pasien Dalam Pemantauan (PDP), serta memberikan pelayanan bagi warga. Jika ada keluhan dilakukan pemeriksaan, baik di tingkat RS dan Pusksemas.

Sementara Gubsu langsung menyahuti akan mengutus tim Provinsi Sumut untuk melakukan pengecekan ke daerah untuk RS  rujukan yang layak dengan peralatan medi,  sesuai dengan standard dalam penanganan Covid-19.

Edy Rahmayadi mengatakan, masyarakat yang digolongkan sebagai ODP cukup pesat perkembangannya. “Dari kondisi itu, masih banyak masyarakat yang belum patuh menaati imbauan dan arahan dari kita,” ujarnya.

Dikatakan, hal ini membuat semakin besar jumlah individu yang tidak dapat dipantau, sebab tidak dapat dipastikan apakah orang-orang dimaksud termasuk ODP atau PDP.

“Laksanakan tindakan yang paling bijaksana untuk memutus rantai Covid-19, berikan arahan kepada warga untuk tetap di rumah. Giatkan social distancing sampai batas waktu yang belum ditentukan dan tergantung situasi yang berkembang,” kata Gubsu mengakhiri. (Heru)