Wali Kota Tebingtinggi: Penanganan Covid-19 dan Ekonomi harus Tetap Berjalan

Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan bersama sejumlah pimpinan OPD mengikuti rapat vidcon.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan menekankan beberapa hal untuk mengendalikan Covid-19 di Kota Tebingtinggi.

Ini disampaikan usai rapat vidcon dengan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edi Rahmayadi bersama Kapoldasu, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak dan Pangdam I/ Bukit Barisan, Mayjen TNI Hasanuddin bertempat di aula Poldasu yang secara virtual diikuti seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten/Kota di wilayah Sumut, Sabtu (7/8/2021) malam.

Menindaklanjuti arahan Gubsu dan Kapoldasu, Wali Kota menekankan beberapa hal yang perlu diperhatikan. Di antaranya penguatan posko satgas, kedisiplinan menggunakan masker, tingginya mobilitas masyarakat, peningkatan razia yustisi secara stasioner dan mobile dan memperbanyak tempat isolasi terpusat.

“Yang menjadi perhatian adalah tingginya mobilitas masyarakat harus dipikirkan secara baik, mengingat aktivitas ekonomi yang tetap harus berjalan. Namun pencegahan penyebaran Covid-19 tetap dilaksanakan secara baik,” sebut Umar Zunaidi.

Wali Kota mengingatkan, kiranya penanganan Covid-19 harus memperhatikan kelangsungan perekonomian. “Sesuai arahan Gubsu, kiranya penanganan harus tetap memperhatikan sektor perekonomian dan ini menjadi tantangan kita bersama,” ucapnya.

Terkait hal itu, Wali Kota juga memerintahkan kepada Satgas Covid-19 memperbanyak posko di tempat tempat keramaian guna meningkatkan kedisiplinan kepada masyarakat untuk menerapkan prokes 5M.

“Perkantoran dan pusat pusat keramaian harus selalu dihimbau agar tetap disipilin prokes 5M,” paparnya.

Sebelumnya secara virtual, Gubsu menyampaikan, untuk SUmut pemakaian Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur adalah 64 persen dan sangat mengkhawatirkan dengan 1.500 yang terpapar. Sementara tingkat laju angka kasus Covid-19 saat ini sangat tinggi dibandingkan Provinsi lain.

Gubsu juga mengatakan, penanganan tetap memperhatikan perekonomian. “Bagaimana kita mengurangi mobilitas masyarakat dan mengendalikan kondisi Covid-19, tetapi tidak mengganggu kondisi riil ekonomi. Silahkan atur diwilayah masing-masing, sehingga tidak menjadi satu persoalan baru, selain ekonomi berjalan, namun masyarakat juga harus sehat,” ujar Edy.

Virtual meeting dilaksanakan di ruang kerja Wali Kota Tebingtinggi itu dihadiri Kepala Dinas Sosial, Khairil Anwar, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD, Wahid Sitorus, Kepala Dinas Perhubungan, Manahan Guntur Harahap, Plt Kasatpol PP, YB Hutapea, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan sekaligus Juru Bicara Covid-19, Henny Sri Hartati, Kepala Bidang (Kabid) Komunikasi Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Iswan Suhendi, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD, Legino, serta Kasubbag Otda dan Kerja Sama, Rizki Safitri. (Purba)